Sabtu, 30 April 2011

Menyatukan Rasa

Gelap malam tak selalu sunyi
Heningnya nya malam menyusup dalam keheningan malam ku
Siapa yang ada dalam otak ini ?
Menyeretku ke tepi tebing asmara.
Jalan mendaki  memang tak mudah
Senyum dan tangis lah pengisi kisah Romansa 

Sendiri dan dingin terpisah oleh hangat kata-kata merah mu...
Terbangun di pagi hari yang masih sepi, belum terdengar bising deru mesin-mesin kehidupan. Bangun dan basahi diri dengan kesejukan udara,  dengan dingin air yang mengusir kantuk dan malas yang menempel.  Sembari menikmati serpihan fajar yang mulai terkumpul.

Hawa dingin terusir oleh hangat segelas teh, susu dan aroma kopi. Mana yang kamu suka…?  Pakaian yang menempel di badan tersiram setetes aroma wangi parfum yang menusuk hidung. Terucap beribu salam tertabur berjuta rahmat.

Bergegas bersiap berlomba dengan fajar pagi yang berlari, kita di kejar waktu. Indahnya langit di pagi hari, mengawali hidup hari ini… disaksikan malaikat-  malaikat penjaga, dan seluruh makhluk.

Mari mulai hari ini dengan langkah, arah dan tujuan yang lebih baik…..

Senin, 06 Desember 2010

Catat Bukan Cacat







  Sifat lupa bukan merupakan hal yang biasa tetapi sebuah kondisi istimewa yang di benamkan dalam sistem kerja otak manusia yang sudah terformat sejak manusia lahir. Lalu bagaimana agar lupa itu bisa mewarnai lika-liku hidup agar menjadi indah? Tapi janganlah menjadikan lupa itu sebagai alasan, tameng, perisai untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang sebenarnya muncul dari kelalaian, keteledoran dan kekurang pahaman.

Nilai yang di harapkan dalam tulisan ini adalah bagaimana kita mampu membuat solusi dan merevisi meskipun manusia sudah di takdirkan menjadi tempatberbuat salah dan lupa’. Kemampuan otak untuk mengingat bermacam kejadian itu memang terbatas, dari sekian ribu jumlah hari maka hanya beberap peristiwa saja yang terekam baik dalam ingatan. Jadi  dalam perkembangan zaman pun sudah banyak penelitian yang di lakukan oleh para ilmuwan yang berkerja keras utuk mengatasi hal tersebut.

Ada banyak metode yang dipakai untuk meningkatkan daya ingat atau hanya sekedar mengingatkan kita. Ada yang bersifat olah fisik yaitu dengan mengkonsumsi suplemen nutrisi otak makana bergizi, menghafal, membaca berulang-ulangsuatu materi. Dan yang nonfisik seperti menulis dalam catatan, membuat rekaman video, film dokumenter, foto, lukisan, mengukir prasasti, bahkan mendirikan museum.

Bentuk materi yang akan di simpan disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing individu dan media penyimpananya pun mereka yang menentukan, mana yang lebih efektif dan mudah. Jika kita seorang penuntut ilmu, maka harus memilih media penyimpanan yang efisien, ekonomis, mudah di jangkau oleh tangan, dekat dan sederhana. Apakah itu …?
 Yaitu dengan menulis dalam catatan. Ada banyak ragam catatan/tulisan yang sudah populer seperti memo, catatan harian, ada juga yang menuangkan dalam bentuk artikel, cerpen, novel, puisi, komentar dan sebagainya. Itu semua adalah upaya manusia untuk mengingat atau mendokumentasikan saat-saat penting dalam kehidupan ini...agar tidak lupa dan melupakan peristiwa, kejadian bahkan nanti inilah yang akan menjadi sebuah sejarah.

Di saat beraktifitas sering muncul percikan gagasan yang segar. Catatlah ide yang terlintas itu sesegera mungkin jika tidak maka ide itu bisa hangus terbakar panasnya pikiran lalu otak menjadi cacat karena lupa, dan ide indah itu  pun lenyap. Buatlah catatan meski dalam serpihan kertas, lebih lagi pada masa sekarang ada banyak media yang bisa di manfaatkan untuk menulis ide. Contohnya handphone yang hampir selalu menempel di badan bisa di manfaatkan. carilah waktu untuk mengembangkan konsep tadi menjadi sebuah karya.

Catatlah sebelum menjadi cacat.

Minggu, 05 Desember 2010

Back home !!!

happy ending...


Tunjukkan wajah aslimu...
RUMAH KITA Hii..hiii
Great action in outbond. it brings unforgetable memories funny, sad, happy, laugh, cry and more. This is the beginning of our step, nothing more to say JUST FEEL IT.
GO HOME...
Jangan pernah lupakan materi yang telah di pelajari, ini akan berguna suatu saat nanti. .

Senin, 22 Februari 2010

Mencari Solusi bukan meratapi

Selama jantung masih berdetak, paru-paru menampung udara untuk bernafas selama itu pula problem (masalah) tak akan berhenti menghampiri manusia muda, tua, laki-laki, perempuan, memiliki kadar kerumitan masalah yang bervariasi. Ia akan datang lalu pergi silih berganti dari yang ringan, sedang, sampai berat yang membuat otak tertekan karena harus berkerja ekstra untuk mencari jawaban permasalahan itu.
Problem adalah.

Permasalahan yang membebani mental (jiwa) dan pikiran. Sifat dari masalah adalah untuk menekan menyulitkan keadaan seseorang karena dalam siklus kehidupan ini ada fase kemudahan dan kesulitan yang mesti dilalui. Dilihat dari arah datangnya ia bisa muncul dari alam, manusia atau diri kita sendiri. Alam sebagai kreasi pencipta Yang Maha Agung di fungsikan sebagai media untuk menguji menguji makhluk ciptaanya yang bernama manusia. Berabagai macam fenomena alam yang terjadi telah membuat manusia ingat kembali siapa yang harus menjaga alam dan bersikap lebih bijak dalam memanfaatkannya.
Manusia yang bersifat saling terkai-tergantung dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhan hidup, harus siap di timpa masalah pertengkaran, persaingan, perebutan kekuasaan, kesjalah pahaman, kasus kriminalitas, putus tali silaturahmi dan masih bervariasi lagi masalah yang harus di hadapi. Tubuh ini pun tak luput menjadi media bagi Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menguji eksistensi keyakinan dan kepatuhan terhadap Nya. Tapi karena kelalaian manusia itu sendirilah xang menyimpan angan-angan dalam otaknya, menimbun keangkuhan dalam lemak, sel dan darah melalui konsumsi makanan berlebih yang harusnya di bagikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Keterbatasan kemampuan diri dalam mencari jalan keluar (solusi) untuk melerai permasalahan yang ada, menempatkan manusia pada tempat yang lemah lagi suka berkeluh kesah. Kelemahan jiwa, ketidakpahaman, keterbatasan ilmu tentang posisi dirinya dengan siapa yang menciptakan hidup, menjadi semacam "early warning" bagi kita untuk selalu menundukkan ego serta keinginan semu yang mengaburkan nilai-nilai humanis, sosial, kultur dan spiritual.
Pengaduan yang disampaikan di hadapan dokter, psikiater, kyai, konsultan, paranormal atau orang yang kita anggap senior dan mampu mengatasi problem yang menghimpit, itu semua bukanlah akhir tempat tersedianya solusi. Memang karena perantara mereka bisa mendatangkan penyelesain masalah.

Solusi itu ada pada "nurani" yang hidup tapi sering di bohongi dengan kamuflase pemuasan hasrat logis duniawi. Pada judul diatas "memberi solusi" bertujuan untuk membuka celah yang tertutup dalam pikiran yang tengah kalut merespon beban probematika kehidupan hari ini. Berkomunikasilah dengan Yang Maha Mendengar, diri sendiri dan orang lain untuk memberi solusi. Solusi itu adalah kejujuran untuk mengatakan "subhaanaka inni kuntu minadh dholimiin".